PKK dan DWP Kota Kupang Promosikan Tenun Sepe pada Ladies Program

  • Whatsapp
Peragaan busana dalam kegiatan Ladies Program di Kota Kupang. (Foto: dok. PKP Setda Kota Kupang)

KUPANG, berandanusantara.com – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kupang, Ny. Lousje Marlinda Funay – Pellokilla, S.TP, mewakili Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe, SE, MM, membuka kegiatan Ladies Program yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Komisariat Wilayah (RAKERKOMWIL) IV APEKSI ke 17 tahun 2022. Kegiatan ini berlangsung di Restauran The Kings, Kelurahan Alak, Rabu (22/6/2022).

Tampak hadir dalam kunjungan di RSUD S. K. Lerik, Wakil Ketua TP – PKK Kota Kupang, Ny. Elisabeth Lies Man – Rengka, sedangkan seluruh rangkaian acara diikuti oleh antara lain Ketua TP – PKK Kota Malang, Ketua TP – PKK Kota Kediri, Ketua TP – PKK Kota Bima, Wakil Ketua TP – PKK Kota Blitar, Wakil Ketua TP – PKK Kota Mataram, Ketua DWP Kota Denpasar, Istri-istri FORKOPIMDA Kota Kupang, para anggota DWP Kota Kupang, serta Camat Alak dan para lurah se-Kecamatan Alak.

Read More

banner 728x250

Seluruh para peserta Ladies Program mengunjungi Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik sebelum kemudian menuju The Kings untuk menyaksikan fashion show yang memperagakan busana berbahan dasar tenun ikat motif sepe dan mengunjungi ke spot Expo Mini Sepe yang berada di pelataran depan The Kings Restaurant.

Dalam sambutan Ketua TP PKK dan Dekranasda Kota Kupang yang dibacakan oleh Ketua DWP Kota Kupang menyampaikan selamat datang kepada para peserta yang merupakan para istri wali kota, istri wakil wali kota, istri FORKOPIMDA serta beberapa istri sekretaris daerah pemerintah kota anggota Komwil IV. Menurutnya, pemerintah Kota Kupang selaku tuan rumah sangat senang menyambut kehadiran para peserta serta berkesempatan menampilkan keunggulan-keunggulan yang dimiliki daerah ini melalui Koepan Expo dimana para pengunjung dapat melihat secara langsung produk unggulan pelaku UMKM Kota Kupang. By. Lousje terutama menyorot tenun motif sepe, yang desainnya diciptakan khusus oleh Ketua TP – PKK dan Dekranasda Kota Kupang, Ny. Hilda Riwu Kore – Manafe untuk menjadi motif khas daerah Kota Kupang. Motif bunga sepe ini sudah didaftarkan dan mendapat sertifikat Hak Kekayaan ko Intelektual (HKI) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang pada bulan Maret 2021 silam diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi NTT dan disaksikan oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE, M.Si, bersama Ketua DWP Kota Kupang saat itu.

Ny. Lousje menjelaskan lebih lanjut tentang alasan pemilihan motif bunga sepe atau yang dikenal dengan flamboyan. Pohon flamboyan disebut sepe oleh masyarakat lokal, merupakan pohon yang banyak tumbuh subur di wilayah Kota Kupang. Sepe menarik karena bunganya yang berwarna semarak merah jingga dan dikelilingi warna hijau daun yang segar dimata setiap orang yang memandang. Bunga sepe atau flamboyan mekar setiap tahun khusus pada bulan November hingga menjelang hari raya natal. “Alasan sepe dipilih menjadi motif khas kota Kupang karena menurut Ketua Dekranasda Kota Kupang, Ibu Hilda, sepe dipilih karena mencerminkan karakteristik masyarakat Kota Kupang yang berani, jujur, beriman, ulet dan rajin namun ramah, toleran dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi. Selain memperkenalkan ke masyarakat Kota Kupang untuk menjadi kebanggaan daerah, Dekranasda saat ini juga tengah berencana mempromosikannya hingga ke kancah nasional bahkan internasional. Secara tidak langsung juga akan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” jelas istri Sekretaris Daerah Kota Kupang, Bapak Fahrensy P. Funay, SE, M.Si itu

Setelah penjelasan tentang tenun sepe, Ny. Lousje juga menjelaskan terkait kunjungan Ladies Program ke Paliative Care Basecamp di RSUD S. K. Lerik, untuk menyaksikan langsung pelayanan terintegrasi antara dokter, perawat, terapis, petugas sosial medis, psikolog, rohaniwan, relawan, dan profesi lain yang diperlukan. “perawatan paliatif merupakan suatu pendekatan yang meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah terkait mengancam jiwa, dengan mencegah dan meringankan penderitaan melalui identifikasi dini, pengkajian cermat menyeluruh dan pengelolaan nyeri serta masalah lain, baik fisik, psikososial dan spiritual”, jelasnya.

Sebelum menutup sambutan, Ny. Lousje mengajak para peserta untuk turut serta dalam pawai budaya yang diselenggarakan dalam rangka Rakerwil IV dimana dalam kegiatan tersebut akan digelar berbagai atraksi serta peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis yang ditampilkan oleh para seniman, sanggar budaya dan para ASN Pemkot Kupang, “kami mengundang ibu-ibu sore ini dalam pawai budaya, ajang pertukaran budaya diantara 13 kota anggota Komwil IV APEKSI sekaligus kami tampilkan budaya NTT yang kaya melalui berbagai atraksi kesenian dan peragaan busana adat asli NTT dari berbagai etnis, sekaligus merasakan langsung suasana Kota Kupang yang hangat dan penduduknya yang ramah serta bersahabat,” ujar Ketua DWP Kota Kupang itu.

Ny. Lousje berharap ladies program tersebut juga dimaknai sebagai ajang menjalin keakraban sekaligus berbagi ide, pengetahuan, pengalaman maupun praktik terbaik dalam pelayanan bagi masyarakat, khususnya terkait program paliatif dan peningkatan UMKM yang dapat diadopsi oleh kota-kota, “harapan kami program ini berjalan lancar dan berkesan bagi ibu-ibu yang hadir dan semakin mempererat kemitraan dan kerjasama diantara 13 kota anggota komwil IV APEKSI. (*/BN)

Related posts