BORONG, BN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan respons cepat terhadap kondisi seorang anak di Kabupaten Manggarai Timur yang tengah menghadapi persoalan kesehatan serius sekaligus keterbatasan dukungan keluarga.
Perhatian tersebut muncul setelah beredarnya informasi di media sosial yang menggambarkan kondisi anak tersebut, sehingga mengundang empati publik, termasuk Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Menindaklanjuti hal itu, Gubernur segera menginstruksikan jajaran terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan kondisi riil yang dihadapi anak tersebut sekaligus memetakan kebutuhan yang diperlukan, baik dari sisi pendidikan, layanan kesehatan, maupun kebutuhan dasar lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menyampaikan bahwa arahan Gubernur menekankan pentingnya kehadiran negara dalam melindungi anak-anak yang berada dalam situasi rentan.
“Bapak Gubernur meminta agar segera dilakukan peninjauan langsung dan memastikan pemerintah hadir memberikan solusi yang tepat,” ujarnya di Kupang, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, penanganan yang dilakukan harus bersifat menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada satu aspek saja.
Sebagai tindak lanjut, cabang dinas bersama pihak sekolah setempat telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen awal.
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa anak tersebut saat ini tinggal bersama anggota keluarga terdekat setelah kehilangan orang tuanya. Ia juga masih berupaya mengikuti kegiatan belajar, meskipun kondisi kesehatannya membutuhkan perhatian khusus.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa anak tersebut sempat mengikuti kegiatan belajar di pagi hari sebelum kembali ke rumah untuk beristirahat.
Dalam hal layanan kesehatan, anak tersebut kini menjalani perawatan secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat, dengan mempertimbangkan kemudahan akses dan kondisi keluarga.
Meski pembiayaan pengobatan telah ditanggung melalui jaminan kesehatan, kendala transportasi masih menjadi tantangan utama yang dihadapi keluarga dalam mengakses layanan secara rutin.
Menindaklanjuti temuan di lapangan, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT telah melaporkan kondisi tersebut kepada Gubernur.
Saat ini, unsur pendidikan di daerah setempat turut bergerak melakukan penggalangan dukungan secara internal sebagai bentuk solidaritas.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mengupayakan penyediaan fasilitas penunjang, seperti tempat singgah sementara, guna mempermudah akses layanan kesehatan bagi anak tersebut dan keluarganya. (*/BN)






