Bank NTT Ruteng Perluas Layanan ke Pelosok, Agen Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan

  • Whatsapp
Istimewa.

RUTENG, BN – Bank NTT Cabang Ruteng terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan perbankan hingga ke wilayah terpencil di Kabupaten Manggarai melalui pengembangan agen layanan.

Pimpinan Cabang Ruteng, Rommi Radjalangu, menjelaskan bahwa perluasan akses tersebut dilakukan lewat agen Be Ju Bisa dan Dia Ju Bisa, yang merupakan bagian dari program layanan keuangan tanpa kantor milik Bank NTT.

Read More

Menurutnya, keberadaan agen menjadi garda terdepan dalam menjangkau masyarakat di pelosok. Ia mengibaratkan agen sebagai jembatan yang menghubungkan warga di daerah terpencil dengan layanan perbankan.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Customer Gathering bersama para agen Be Ju Bisa di kantor Bank NTT Cabang Ruteng, Selasa, 28 April 2026.

Untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan, Bank NTT juga rutin menggelar sosialisasi setiap tahun di berbagai lokasi, termasuk sekolah dan wilayah yang masih minim akses layanan keuangan.

Salah satu program yang dijalankan adalah Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan), yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.

Program inklusi tersebut bahkan telah menjangkau wilayah terpencil seperti Pulau Mules di pesisir selatan Manggarai. Dengan hadirnya agen, masyarakat yang jauh dari kantor bank kini dapat melakukan berbagai transaksi secara lebih mudah melalui agen terdekat.

Meski demikian, Rommi mengakui bahwa keterbatasan infrastruktur jalan masih menjadi tantangan utama dalam memperluas layanan perbankan.

Ia menekankan perlunya dukungan berbagai pihak untuk menciptakan sistem layanan keuangan yang lebih inklusif.

Sejumlah produk unggulan seperti tabungan, layanan agen Be Ju Bisa, dan agen Dia Ju Bisa terus dioptimalkan. Agen Dia Ju Bisa sendiri menyasar kalangan mahasiswa, termasuk untuk memfasilitasi pembayaran uang kuliah.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank NTT juga berperan aktif dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pembayaran pajak, pembinaan UMKM, serta penguatan layanan keuangan berbasis teknologi.

Selain itu, inovasi digital terus dikembangkan melalui aplikasi Be Pung Mobile yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja, termasuk untuk pembayaran registrasi mahasiswa.

Ke depan, Bank NTT menargetkan peningkatan jumlah agen secara bertahap guna memperluas inklusi keuangan di Manggarai. Saat ini, pertumbuhan agen ditargetkan sekitar 10 persen setiap tahun.

Sementara itu, Marketing Dana Bank NTT Cabang Ruteng, Amelia Juliani Elfrin Bout, mengungkapkan bahwa hingga 31 Maret 2026 terdapat 40 agen Be Ju Bisa dengan total 34.439 transaksi senilai Rp30,23 miliar. Layanan yang tersedia mencakup ATM mini, pembayaran, serta pembelian. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *