BAKTI NUSA Kuatkan Program Kepemimpinan Aktivis Kampus

  • Whatsapp
Rapat Kerja Divisi Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa. (Foto: istimewa)

JAWA BARAT, BN – Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 menunjukkan bahwa lulusan Perguruan Tinggi menyumbang sekitar 1,5 juta penganggur setiap tahun. Hal ini tentu menjadi pukulan bagi kualitas lulusan dari perguruan tinggi, seolah menunjukkan bahwa kualitas pengelolaan mutu masih rendah.

Selain itu, World Economic Forum (2020) menyatakan bahwa relevansi kemampuan lulusan perguruan tinggi Indonesia dengan kebutuhan industri hanya sekitar 64%. Artinya terdapat ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dengan kemampuan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi.

Read More

banner 728x250

BAKTI NUSA Dompet Dhuafa merupakan program penumbuhan kepemimpinan aktivis mahasiswa untuk membentuk pemimpin yang berintegritas, cendikia, transformatif, dan melayani masyarakat. Saat ini sudah tersebar di 10 wilayah 12 kampus, di antaranya IPB, ITB, UNPAD, UI, UGM, UNS, UB, UNAIR, ITS, UNSRI, USU, dan UNAND.

Penguatan kapasitas dan kompetensi (khususnya soft competence) terus digulirkan oleh program BAKTI NUSA untuk para aktivis mahasiswa agar memiliki kemampuan masa kini yang lebih relevan dengan tantangan masa depan. Sebagai bagian keluarga besar Dompet Dhuafa, pada tanggal 05 – 07 Oktober 2022 BAKTI NUSA mengikuti Rapat Kerja Divisi Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa yang dihelat di Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Mengusung tema eratkan silaturahmi, kuatkan kolaborasi, dan lesatkan prestasi, Rapat Kerja yang dilakukan diharapkan mampu mengevaluasi capaian program dan konsolidasi lintas program agar kinerja kebermanfaatan di masa mendatang lebih optimal. Selain itu, ikhtiar sinergi dan kolaborasi lintas program terus diupayakan.

Kegiatan Rapat Kerja diikuti dari berbagai organ dan program di bawah pengelolaan Divisi Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa, di antaranya Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa, Institut Kemandirian, Program Budaya dan Lingkungan, BAKTI NUSA, Etos ID, dan Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB).

Pada sesi arahan direksi, KH. Ahmad Shonhaji, Direktur Dakwah, Budaya, dan Pelayanan Masyarakat menyampaikan bahwa di tahun depan seluruh intervensi program dikelola berbasis kawasan (kolaborasi lintas sektor), penguatan jejaring penerima manfaat, dan komunikasi publik yang baik. ‘Memberikan yang terbaik dalam hidup adalah ikhtiar menjadi orang baik’, tutup shonhaji.

Di waktu bersamaan, Herman Budianto, GM Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa mengatakan bahwa program-program pendidikan yang digulirkan harus berpihak dan memberdayakan para mustahik dengan maksimal. Kolaborasi antar program perlu terus dikuatkan dan berpikir inovatif kreatif hasilkan strategi-strategi yang strategis dalam pengelolaan program. ‘Kita terus merawat idealitas dengan menggulirkan rencana-rencana strategis berdampak bagi masyarakat marjinal, agar mampu hadirkan masyarakat yang berdaya’ ungkapnya.

Pada sesi diskusi, Bayu Candra Winata, Head of Rumah Pembaharu menjelaskan program BAKTI NUSA akan semakin mengokohkan penguatan kepemimpinan para aktivis mahasiwa di kampus-kampus sasaran. Selain itu, di tahun 2023 akan meluaskan kebermanfaatan di kampus UNHAS dan UNUD.

Penambahan wilayah sasaran program diharapkan menjadi upaya peningkatan kualitas kepemimpinan para aktivis mahasiswa yang menjadi penerima programnya. ‘Kita harus terlibat membentuk aktivis mahasiswa menjadi pemimpin di masa depan dengan penguatan kapasitas dan kompetensinya, karena merekalah modal pembangunan masa depan bagi bangsa Indonesia’ tegas Bayu Candra.

Semoga ikhtiar yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa selama tiga hari dalam Rapat Kerja ini mampu mengeratkan silaturahmi, menguatkan kolaborasi, dan melesatkan prestasi di setiap stakeholder pendidikan Dompet Dhuafa. (*/BN)

Related posts