NTT Dilirik Jadi Tuan Rumah Hari Buku Nasional, INOVASI Perkuat Gerakan Literasi Daerah

  • Whatsapp
Istimewa.

KUPANG, BN — Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini tengah menjadi kandidat tuan rumah Peringatan Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei.

Minat pemerintah pusat terhadap NTT tidak hanya karena kesiapan daerah, tetapi juga karena berbagai upaya penguatan literasi yang terus menunjukkan perkembangan signifikan, terutama melalui program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia).

Read More

Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT, Vera Christina Sirait, dalam pertemuan bersama INOVASI, Badan Bahasa NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Dinas Perpustakaan NTT di Hotel Aston Kupang, Selasa (3/2/2026), menyambut antusias peluang tersebut.

Menurutnya, jika Hari Buku Nasional benar-benar dipusatkan di NTT, momentum itu akan menjadi pemicu kuat bagi seluruh elemen daerah untuk mempercepat peningkatan budaya baca dan literasi.

“Kami sangat senang jika Hari Buku Nasional bisa dilaksanakan di NTT. Ini akan memacu kami semua untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan literasi. Waktunya memang hanya sekitar tiga bulan, jadi kita tidak bisa berjalan, tapi harus berlari menyiapkan semuanya,” tegas Vera.

Ia menjelaskan bahwa gerakan literasi akan digerakkan secara berjenjang, mulai dari Bunda Literasi Provinsi sebagai motor penggerak hingga Bunda Literasi Kabupaten/Kota sebagai eksekutor di lapangan, termasuk melibatkan komunitas dan keluarga.

Sementara itu, Deputi Direktur INOVASI Indonesia, Handoko, menyampaikan bahwa meskipun keputusan resmi belum ditetapkan, NTT saat ini berada dalam tahap serius untuk dipertimbangkan.

“Pak Menteri memiliki minat yang kuat ke NTT, dan Kepala Badan Bahasa juga sudah menyetujui jika peringatan Hari Buku Nasional dipusatkan di NTT. Yang terpenting bukan sekadar acaranya, tetapi bagaimana literasi di NTT bisa terus meningkat secara nyata,” ujarnya.

Handoko memaparkan bahwa berdasarkan data INOVASI, terjadi kemajuan signifikan dalam upaya guru-guru di NTT meningkatkan kemampuan literasi anak. Rata-rata skor literasi yang dikumpulkan INOVASI di NTT berkisar 40 poin, dengan rentang kemajuan dari 20,7 hingga 80,7, meskipun secara proporsi level literasi masih di bawah rata-rata nasional.

“Yang kita dorong bukan hanya literasi dasar, tetapi sampai pada literasi pemahaman, dan itu sudah mulai terlihat hasilnya dari kerja keras para guru di NTT,” tambahnya.

Penguatan ini tidak lepas dari peran strategis INOVASI, sebuah program kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia yang kini memasuki fase ketiga hingga 2027, dengan peluang berlanjut ke fase keempat pada 2028–2031.

Provincial Manager INOVASI NTT, Hironimus Sugi, menjelaskan bahwa pada fase ketiga, INOVASI menaruh fokus besar pada penguatan sekolah, peningkatan kapasitas guru, kepemimpinan sekolah, serta dukungan terhadap kebijakan nasional seperti pembelajaran mendalam, pengenalan koding dan kecerdasan buatan (AI), serta isu perubahan iklim.

“Kami memfasilitasi sekolah dan mitra daerah untuk mengajarkan anak-anak tentang konservasi air, adaptasi perubahan iklim, dan mitigasi bencana. Ini penting karena NTT adalah wilayah rawan bencana, sehingga anak-anak perlu dibekali sejak dini untuk melindungi diri dan lingkungannya,” kata Hironimus.

INOVASI juga menargetkan lima area utama, yakni kualitas pembelajaran di sekolah, sistem asesmen untuk mengukur kemajuan anak, penguatan guru melalui e-learning, penciptaan iklim sekolah yang aman dan tanpa diskriminasi, serta integrasi isu perubahan iklim dalam pendidikan. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *