KUPANG, BN – Pengamat ekonomi dan politik nasional, Ferdy Hasiman, tak ragu menyebut 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang sebagai “lompatan besar” dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Dalam pernyataannya kepada media ini, Sabtu (31/5/2025), Ferdy menilai kinerja duet pemimpin Kota Kasih itu lebih progresif dibanding periode sebelumnya.
“Penanganan sampah yang selama ini menjadi keluhan warga mulai membaik. Memang belum sempurna, tapi jelas ada arah dan itikad kuat dari Pak Wali untuk membenahinya. Ini kemajuan nyata,” ujar Ferdy.
Namun menurutnya, gebrakan terbesar justru terletak pada pengangkatan 1.747 tenaga P3K, yang menjadikan Kupang sebagai daerah pertama di Indonesia yang bergerak sebelum jadwal nasional.
“Langkah ini tak hanya berani, tapi menunjukkan kemampuan negosiasi luar biasa dari seorang kepala daerah. Ia berani keluar dari pakem birokrasi yang selama ini terlalu terpusat,” tegasnya.
Ferdy juga menilai gaya kepemimpinan Wali Kota yang humanis dan membumi menjadi kekuatan tersendiri. Salah satu indikatornya, menurut dia, adalah penempatan kepala dinas berdasarkan kapabilitas, bukan kompromi politik.
“Ini penting. Pelayanan publik tidak akan maksimal jika birokrasi diisi orang-orang titipan. Dan saya lihat, Pak Wali menjaga marwah profesionalisme dalam struktur organisasinya,” tambahnya.
Tak kalah penting, Ferdy mengapresiasi hubungan harmonis antara Wali Kota dengan Gubernur NTT dan DPRD Kota Kupang.
“Tak ada gesekan, karena semua pihak melihat keseriusan Wali Kota. Modal sosial seperti ini sangat langka, dan menjadi bahan bakar penting untuk percepatan pembangunan,” jelasnya.
Ferdy berharap capaian positif ini tak berhenti pada seremoni 100 hari kerja. Ia ingin ini menjadi fondasi kokoh pemerintahan hingga lima tahun ke depan, bahkan menjadi standar baru tata kelola daerah.
“Pak Wali punya hati untuk membangun. Kebijakannya terukur, demokratis, dan selalu dievaluasi. Ia pun memberi penghargaan pada OPD sebagai ujung tombak pemerintahan. Itu patut diapresiasi,” katanya.
Ferdy mengajak masyarakat Kota Kupang ikut ambil bagian menjaga kebersihan kota.
“Pemerintah sudah bergerak. Sistem sudah dibangun. Kini, kesadaran masyarakat jadi kunci. Mari buang sampah pada tempat dan waktu yang ditentukan. Ini rumah kita bersama, mari jaga bersama,” pungkasnya. (*/BN)






