PSI NTT Tolak Pin DPRD dari Emas

Ketua DPW PSI NTT, dr. Christian Widodo. (Foto: dok pribadi)

Ketua DPW PSI NTT, dr. Christian Widodo. (Foto: dok pribadi)

KUPANG, berandanusantara.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) secara tegas menolak pin DPRD yang terbuat dari emas.

Alasannya, partai yang memperoleh satu kursi DPRD NTT itu menilai bahwa masih ada hal lain yang lebih penting dari sekedar pin emas.

Sselain itu, penghematan anggaran menjadi alasan mendasar PSI NTT melakukan penolakan penggunaan pin yang konon harganya ditaksir bisa mencapai Rp10 juta.

“Kebutuhan di tempat lain masih banyak yang lebih pentinh dari pin,” tegas Ketua DPW PSI NTT, dr. Christian Widodo, Jumat (23/8/2019).

Chistian Widodo yang juga anggota DPRD NTT terpilih itu berpendapat bahwa pin tidak punya relasi dengan kinerja DPRD. Yang paling penting menurut dia, prestasi dan kinerja emas.

Di samping itu, jelas Christian, akan terasa kurang tepat jika memakai pin emas saat keadaan masyarakat NTT saat ini yang belum sejahtera secara ekonomi.

“Pin dari kuningan atau tembaga juga sudah cukup. Apalagi, saya juga belum berprestasi,” ujar sosok dokter yang rendah hati ini.

Sebagai langkah konkret, dirinya juga telah menyampaikan hal tersebut kepada pihak Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD NTT agar pin miliknya dibuat dari tembaga atau kuningan.

“Kalaupun nanti punya saya sudah dibuat dari emas, nanti akan saya titipkam lagi ke Setwan. Kalau nantinya ada PAW, bisa diberikan ke anggota lain. Memang kalau saya sendiri tidak berdampak. Tapi paling tidak Ini bentuk motivasi untuk yang lain supaya berhemat,” ujarnya.

Ditanya apabila para anggota DPRD yang lain setuju pin emas, Christian mengatakan itu pilihan masing-masing, karena sebagai partai baru PSI tidak ada dalam pembahasan apapun dan hanya menerima.

“Mendagri juga sudah mengeluarkan pernyataan kalau pin DPRD tidak harus dari emas, tetapi menyesuaikan dengan kemampuan daerah masing-masing,” tandasnya.

Sebagai orang baru di DPRD NTT, Christian Widodo mengatakan bahwa pada intinya bekerja untuk rakyat adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.

“Jadi soal pin emas atau bukan, tidak perlu diperdebatkan lagi. Itu pilihan masing-masing,” pungkasnya. (AM/BN/CHW)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons