Dekranasda Manggarai Desain Tenun 4 Motif untuk Dijadikan Seragam Bank NTT

  • Whatsapp
Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Nabit bersama Dirut Bank NTT Harry Aleksander Riwu Kaho dan Direktur Dana Bank NTT Yohanis Landu Praing, saat kegiatan launching QRIS di kawasan Waterfront City Labuan Bajo, Selasa (10/5/2022). (Foto: BN)

LABUAN BAJO, berandanusantara.com – Dewan Keranjinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini sedang meengerjakan kain tenun yang nantinya digunakan sebagai seragam bagi karyawan/karyawati Bank NTT.

Hal ini merupakan tindaklanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan antara Bank NTT dan Dekranasda Kabuapaten Manggarai, belum lama ini. Dalam pengerjaan tenun untuk seragam Bank NTT, Dekranasda Manggarai melibatkan para penenun lokal setempat.

Read More

banner 728x250

Ihwal kerja sama itu terjadi saat kunjungan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di daratan Flores. Saat giliran di Kabupaten Manggarai, Gubernur dihadiahi sebuah kain tenun khas Kabupaten Manggarai. Istri Bupati Manggarai yang langsung menyematkan.

Tak sekadar menyematkan, sosok perempuan cerdas itu juga sangat lancar menjelaskan makna filosofis dari motif dan cara mengerjakan kain tenun yang diberikan itu. Gubernur NTT rupanya sangat tertarik dengan cara Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai menarasikan dengan begitu lancar dan fasih.

Saat itu, salah satu yang mendampingi Gubernur NTT dalam kunjungan kerjanya itu adalah Direktur Bank (Dirut) NTT Harry Aleksander Riwu Kaho. Saat itu pula, Dirut Bank NTT menangkap peluang tersebut dengan memesan 1.000 kain tenun dari Dekranasda Kabupaten Manggarai.

Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Nabit menjelaskan, kelompok tenun yang nantinya akan mengerjakan kain tenun tersebut telah dibentuk, serta telah mengikuti pelatihan untuk peningkatan keahlian.

“Apalagi ini dalam jumlah yang besar, ditambah teknik tenun yang tidak mudah. Karena kami menggunakan teknik sulam. Ditambah lagi motif bank NTT kan butuh waktu. Soal waktu dan jumlah akan kami sepakati,” jelas Meldyanti saat ditemui di Labuan Bajo, Selasa (10/5/2022).

Adapun 4 motif pada tenun yang sementara dikerjakan yakni: pertama, motif logo Bank NTT. Kedua, motif Rumah Adat Manggarai yakni Rumah Gendang. Motif ini menarasikan Bank NTT dapat menjadi rumah bagi semua orang, baik bagi nasabah yang dilayani maupun bagi karyawan/karyawati Bank NTT.

“Begitu juga untuk setiap persoalan selalu diselesaikan di Rumah Gendang. Inui maknanya, dalam setiap persoalan, Bank NTT dapat menyelesaikannya secara musyawarah dan mufakat yang berguna bagi banyak orang,” jelas Meldyanti.

Motif yang ketiga, lanjut Meldyanti adalah komodo. Komodo menjadi logo wisata premium di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Hal ini dimaksudkan, Bank NTT dapat mendukung Labuan Bajo yang kini menjadi destinasi wisata super premium.

Terakhir adalah motif asli tenun Manggarai Barat yakni Matang Rintu. Matang Rintu sendiri artinya keharmonisan. Dalam pemaknaannya diharapkan Bank NTT dalam melaksanakan tugas dan perannya di masyarakat bisa harmonis.

“Harmonis ini baik di dalam Bank NTT yakni antar karyawan/karyawati, maupun dengan para nasabah,” jelasnya.

Desa Wisata Tenun

Dekranasda Kabupaten Manggarai juga selama ini mendapat dukungan luar biasa dari Bank NTT untuk mempersiapkan Desa Wisata Tenun.

Menurut Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur Nabit, terdapat 4 desa di Kecamatan Cibal yang dipersiapkan menjadi Desa Wisata Tenun. Dua desa diantaranya telah selesai diverifikasi dan dinyatakan layak menjadi Desa Wisata Tenun.

“Kami berharap Bank NTT dapat membantu kami untuk menyiapkan dua desa lainnya,” ujar istri Bupati Manggarai Herybertus GL Nabit itu.

Dia mengakui, selama ini kelompok tenun binaan Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat mendapat pendampingan dari Bank NTT, karena dia sangat menginginkan kelompok tenun yang ada tetap eksis dan terus berproduksi secara berkelanjutan.

“Bank NTT punya sumber daya untuk dapat menunjang, karena punya karyawan yang selalu turun ke lapangan. Dan selalu memberikan informasi kepada kami tentang kondisi penenun,” pungkasnya. (BN)

Related posts