KUPANG, BN — Semangat perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra di Nusa Tenggara Timur tak hanya diwarnai seremonial, tetapi juga aksi nyata menjaga lingkungan.
Jumat (23/1/2026), ratusan warga Kelurahan Penkase, Kecamatan Alak, bersama jajaran pemerintah dan kader Gerindra, menggelar aksi penghijauan di kawasan Pasar Penkase.
Kegiatan ini melibatkan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Kupang Christian Baitanu, Camat Alak Addy Pally, Lurah Penkase Peter Nenohaifeto, aparat TNI–Polri, serta pengurus Partai Gerindra dari tingkat PAC hingga ranting.
Berbagai jenis anakan produktif dan peneduh ditanam, mulai dari trembesi, asam Timor, jati, jambu air, lengkeng, mangga, pinang, hingga sejumlah tanaman buah lainnya.
Seluruh tanaman ditanam di area pasar dan lahan kosong di seberang jalan, dengan harapan ke depan menjadi ruang hijau sekaligus tempat berteduh bagi pedagang dan pengunjung.
Christian Baitanu menegaskan bahwa Kecamatan Alak sangat membutuhkan gerakan penghijauan karena banyak lahan yang kini beralih fungsi menjadi permukiman.
“Dulu wilayah ini sangat hijau. Pohon tuak dan tanaman lain menjadi bagian dari kehidupan warga. Sekarang sudah jauh berkurang, sehingga kegiatan ini penting untuk memulihkan lingkungan,” ujarnya.
Camat Alak, Addy Pally, menyatakan pihaknya terbuka untuk semua pihak yang ingin berkontribusi dalam penghijauan.
“Ini bukan soal partai, tetapi tentang kepentingan lingkungan. Selama programnya baik, kami siap mendampingi,” katanya.
Lurah Penkase, Peter Nenohaifeto, juga mengapresiasi inisiatif tersebut karena memicu partisipasi warga sekaligus memberi dampak positif bagi kawasan pasar.
Ketua Panitia HUT Gerindra ke-18 Provinsi NTT, Stenly Boymau, menyampaikan terima kasih kepada BPDAS yang telah mendukung ribuan bibit tanaman.
Ia mengajak para pedagang dan warga sekitar untuk ikut menjaga dan menyiram tanaman agar bisa tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang. (*/BN)






