KPS Paket Harmoni Dilaunching, 300 Ribu Lebih Sudah Terdaftar

  • Whatsapp
Ist
Ist
Ist

TAMBOLAKA, berandanusantara.com – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT nomor urut 3, Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) menunjukan keseriusannya untuk mensejahterakan para petani di Nusa Tenggara Timur, melalui Kartu Petani Sejahtera (KPS).

Ide ini berangkat dari data yang menunjukan bahwa 85 persen masyarakat NTT adalah petani (pekerja kebun, peternak, dan nelayan), namun sampai dengan saat ini, para perani di NTT belum mendapatkan kesejahteraan. NTT masih terus dikategorikan sebagai provinsi termiskin di Indonesia.

Read More

banner 728x250

Jumat (18/5/2018), bertempat di Wewewa, kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), komitmen itu dilaksanakan paket Harmoni melalui launching Kartu Petani Sejahtera. Ribuan massa hadir untuk melihat langsung keseriusan paslon yang mengusung tema “Kita Bhineka, Kita Harmoni” dengan sejumlah ide brilian itu.

Cagub Benny K Harman hadir langsung dalam launching tersebut. Menurut sosok yang akrab disapa BKH, KPS akan menjadi jawaban untuk mengeluarkan NTT dari jerat kemiskinan. Dijelaskan BKH, rata-rata penghasilan petani di NTT berada pada kisaran Rp 6 juta pertahun, Rp 500 ribu perbulan, dan Rp 17 ribu perhari.

Hal ini, jelas BKH, sangat berbeda jauh dengan penghaslian penduduk kota dengan rata-rata penghasilan Rp 60 juta pertahun, Rp 5 juta perbulan, dan Rp 170 ribu perhari.

“Karena persoalan ini menyebabkan anak putus sekolah, tidak mampu bayar iuran BPJS, memilih jadi TKI, hingga gizi buruk,” ujar mantan Ketua Komisi III DPR RI itu.

Ada enam manfaat KPS diantaranya;
1. Keluarga tani mendapatkan bantuan modal maksimal 10 juta untuk biaya produksi dan tunda jual panen
2. Keluarga tani mendapatkan kesempatan pelatihan dan pengembangan usaha di balai latihan kerja
3. Keluarga tani mendapatkan subsidi untuk pembelian pupuk, bibit, dan pakan ternak
4. Keluarga tani mendapatkan jamian pembelian hasil pertanian, bekerja sama dengan BUMD pertanian
5. Keluarga tani mendapatkan asuransi gagal panen
6. Keluarga tani golongan tidak mampu mendapatkan beasiswa untuk anak petani dari jenjang SMA/SMK, hingga kuliah.

Sementara itu, sebelum dan sesudah launching KPS, tercatat sudah 300 ribu lebih masyarakat petani di NTT telah terdaftar dengan mengisi formulir KPS. “Ada kemungkinan lebih setelah dilauncing,” ungkap Piter Pulang, salah satu tim paket Harmoni yang melakukan pendataan.

Salah satu tokoh masyarakat, Lukas Balu Beleka sangat mengapresiasi paket Harmoni yang meluncurkan KPS. Meski demikian, dia juga mengingatkan agar KPS dapat disalurkan tepat sasaran pada yang membutuhkan.

“Jika benar dan tepat sasaran dan menyentuh masyarakat miskin maka sudah tentu NTT pasti sejahtera sesuai impian kita semua,” ujar Lukas. (AM/tim)

Related posts