KUPANG, BN — Semangat keberagaman dan inklusivitas mewarnai peringatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia yang digelar di UPTD Taman Budaya Gerson Poyk, Minggu (27/4/2025).
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., bersama ratusan anak berkebutuhan khusus, orang tua, komunitas, dan instansi pemerintah, menyerukan pentingnya menghapus stigma terhadap autisme dan merayakan potensi istimewa yang dimiliki setiap anak.
Peringatan Hari Kesadaran Autismr Sedunia kali ini mengusung tema “Berbeda Tapi Istimewa, Rayakan Potensi, Rangkul Keberagaman, Autis Pasti Bisa” dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang autisme, menghapus stigma negatif, dan membangun lingkungan yang inklusif.
Dalam sambutannya, Serena menegaskan bahwa autisme bukanlah kutukan, melainkan anugerah Tuhan yang membawa potensi luar biasa. Ia mengajak masyarakat untuk memandang anak-anak autis sebagai pribadi istimewa yang layak mendapatkan kasih sayang, perhatian, serta kesempatan yang sama.
> “Anak-anak yang dititipkan Tuhan kepada kita, apapun kondisinya, adalah karunia dan harta paling berharga. Kita harus memperlakukan mereka dengan penuh kasih,” kata Serena.
Serena juga menyatakan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk mendukung anak-anak berkebutuhan khusus melalui penyediaan terapis profesional, memperluas akses pendidikan setara, serta membentuk forum akomodatif.
Peringatan ini dihadiri pula oleh perwakilan Pemerintah Provinsi NTT, kepala sekolah SLB di Kota Kupang, komunitas orang tua anak autis, dan berbagai komunitas peduli autisme.
Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Yanuarius Laka, mengapresiasi konsistensi Yayasan Karya Musik Siloam dalam memperjuangkan hak anak autis.
“Kami akan terus mendorong penyediaan guru-guru profesional yang mampu membimbing anak-anak dengan kebutuhan khusus,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Perlindungan Khusus Anak DP3AP2KB NTT, France Tiran, mengingatkan pentingnya layanan terapi untuk mendukung tumbuh kembang anak autis, termasuk terapi perilaku, wicara, okupasi, hingga terapi akuatik.
Peran Yayasan Karya Musik Siloam dan Komunitas Autis
Ketua Yayasan Karya Musik Siloam sekaligus Ketua Komunitas Autis Kota Kupang, Adriana Buna Kalla (Aki Kalla), menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Kota Kupang atas dukungan mereka terhadap komunitas autis.
“Kami terus berkomitmen memberi edukasi dan pendampingan, memastikan setiap anak autis mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” ujar Aki.
Ia menambahkan bahwa komunitas yang ia pimpin selalu membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak demi masa depan anak-anak autis yang lebih cerah.
Acara dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti penampilan bakat anak-anak autis, vocal group difabel tunanetra, sosialisasi pola asuh dan pembelajaran anak autis, edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah dari Bank Indonesia Perwakilan NTT lewat aksi boneka, serta sosialisasi layanan dari BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Serena secara khusus mengapresiasi penampilan vocal group difabel tunanetra yang tampil memukau.
“Semangat mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Ini menjadi inspirasi bagi kita semua,” katanya.
Serena menutup sambutannya dengan seruan kepada seluruh elemen masyarakat untuk membangun Kota Kupang sebagai “Rumah Bersama” yang ramah terhadap keberagaman, sejalan dengan peringatan Hari Lahir Kota Kupang ke-139 dan Hari Jadi Kota Kupang sebagai Daerah Otonom ke-29.
“Autis pasti bisa! Mari kita terus bergandengan tangan membangun Kupang yang adil, ramah, dan menghargai keberagaman,” seru Serena. (*/BN)






