Melki–Johni Paparkan Capaian Dasa Cita 2025 dalam Coffee Morning Bersama Media

  • Whatsapp
Coffee Morning Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT bersama media massa. (Foto: istimewa)

KUPANG, BN – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma memaparkan berbagai capaian program prioritas Dasa Cita Tahun 2025 dalam kegiatan Coffee Morning bersama insan pers di Kupang, Jumat (19/12/2025) pagi.

Dalam pemaparannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa sepanjang masa kepemimpinan Melki–Johni, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menjalankan ribuan kegiatan yang terintegrasi dengan arah pembangunan daerah.

Read More

“Setiap OPD bekerja dengan peta jalan yang jelas. Ribuan kegiatan sudah berjalan dan semuanya bermuara pada kesejahteraan masyarakat NTT,” tegas Melki.

Pada Dasa Cita 1, Pemprov NTT berhasil mendorong 44 produk unggulan daerah serta membina 190 UMKM. Hingga saat ini, telah berdiri 9 NTT Mart yang tersebar di Kupang, TTS, Belu, Kabupaten Kupang, Ende, Sikka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Rote Ndao.

“Terakhir kita resmikan di Rote Ndao, dan menyusul Manggarai Barat serta Manggarai Timur,” jelasnya.

Melalui Dasa Cita 2, Pemprov NTT menempatkan generasi muda dan perempuan sebagai motor kreativitas daerah. Sejumlah program telah dijalankan, seperti Bimtek Youth Campaign, pelatihan inkubator bisnis, serta peningkatan kapasitas generasi muda dan perempuan di berbagai sektor ekonomi kreatif.

Sementara pada Dasa Cita 3, sektor pariwisata terus didorong sebagai penggerak ekonomi lokal. Berbagai tour dan promosi wisata NTT mendapat apresiasi dari banyak pihak di tingkat nasional.

“Intinya, wisata NTT kita dorong agar benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,” kata Melki.

Pada Dasa Cita 4, Pemprov NTT memberikan perhatian serius pada jaminan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk pembayaran premi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 100 ribu pekerja informal. Program ini mencakup jaminan kecelakaan kerja hingga santunan kematian.

Melalui Dasa Cita 5, program Posyandu Tangguh terus diperkuat guna mewujudkan masyarakat sehat dan bebas stunting. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi wilayah dengan atensi khusus dalam penanganan stunting.

Pada Dasa Cita 6, Pemprov NTT menyiapkan 10 sekolah vokasi unggulan berbasis potensi daerah. Salah satu contohnya adalah sekolah vokasi khusus garam di Kabupaten Rote Ndao.

Dasa Cita 7 berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti jalan, air bersih, listrik, dan rumah layak huni. Sementara Dasa Cita 8 diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah, kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pada Dasa Cita 9, Pemprov NTT terus mendorong percepatan digitalisasi layanan pemerintahan. Sedangkan Dasa Cita 10 menekankan pentingnya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di NTT.

“Kami bersama seluruh jajaran terus mendorong agar mimpi bersama yang kami sampaikan saat kampanye bisa berjalan dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Gubernur Melki. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *