Kolaborasi Bank NTT dan Kadin Berdayakan UMKM

  • Whatsapp
Penandatanganan PKS antara Bank NTT dan Kadin NTT di Hotel Aston Kupang, Senin (20/12/2021) petang. (Foto: BN)

KUPANG, berandanusantara.com – Musyawarah ke-7 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/12/2021) berakhir dengan menetapkan Bobby Lianto sebagai Ketua Umum Kadin NTT periode 2021–2026.

Tak menunggu lama, usai penetapan dan dikukuhkan, Kadin NTT langsung melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama sejumlah mitra diantaranya Bank NTT, Bank Mandiri, PT. Jasa Raharja Putera, serta Pegadaian.

Read More

banner 728x250

Khusus dengan lembaga perbankan dalam hal ini Bank NTT, Kadi NTT akan berkolaborasi dalam hal memberdayakan semua pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) yang ada di seluruh wilayah Provinsi NTT.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Aleksander Riwu Kaho usai penandatanganan PKS mengatakan Kadin NTT akan menjadi ‘Bapak Asuh’ terhadap semua UMKM binaan Bank NTT.

“Kadin juga menjadi ‘off taker’ untuk semua produksi UMKM bisa mendapat pasar baik offline maupun online. Nantinya Kadin NTT akan melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap UMKM binaan Bank NTT dan binaan Kadin NTT,” ujarnya.

Riwu Kaho menjelaskan, dengan adanya PKS dengan Kadin NTT maka sudah semakin banyak mitra yang ikut mengurus UMKM. Dia berharap adanya penguatan bagi keberlangsungan UMKM di NTT.

“Berbagi pengalaman dari sisi manajemen usaha yang dimiliki oleh anggota Kadin NTT bisa ditransfer kepada para pelaku UMKM yang masih berskala kecil, sehingga memiliki daya juang dan daya tahan yang kuat,” harapnya.

Sementara Ketua Umum Kadin NTT Bobby Lianto mengatakan lewat PKS yang dilakukan, Kadin NTT akan menberikan nilai tambah khususnya pemilik Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin, yang nantinya akan mendapatkan fasilitas khusus dalam pelayanan perbankan.

“Misalnya untuk layanan kredit, apabila mendapat rekomendasi dari Ketua Umum Kadin, maka bunganya akan kecil dan Kadin ikut bertanggungjawab secara moril,” tandas Bobby.

Selain itu, kata Bobby, menjadi Ketua Umum Kadin NTT adalah sebuah panggilan dengan visi melahirkan pengusaha-pengusaha baru, termasuk untuk UMKM di dalamnya. Dasar visi itu, kedepan Kadin NTT akan membuat berbagai pendidikan dan latihan (diklat).

“Kami akan membentuk ekosistem dengan mengajak orang untuk menjadi pengusaha. Dengan pelatihan, orang yang baru akan memulai usaha pasti akan aman. Kadin NTT akan menjadi mentor atau ‘Bapak Asuh’ bagi pengusaha baru,” ujar dia.

Masih soal pelatihan, menurut Bobby, Kadin NTT akan memperkenalkan pengusaha baru dengan hal yang baru misalkan pameran ke daerah lain, bahkan ke luar negeri sehingga hal itu pengusaha bisa belajar.

“Kami juga akan membuat forum komunikasi, di mana akan mengeksplor setiap potensi yang ada di daerah. Tukar pikiran bersama, sehingga bisa menghasilkan industri-industri baru,” jelasnya.

Perjanjian kerjasama antara Bank NTT dan Kadin berlaku selama lima tahun lima tahun kedepan disesuaikan dengan masa bhakti kepengurusan saat ini. (*BN)

Related posts