Polres Belu Periksa Dua Korban di Kupang, Sembilan Pelaku Pengeroyokan Dijerat Pasal 170 KUHP

  • Whatsapp
AKP Rio Rinaldi Panggabean, S.Tr.K., S.I.K. (Foto: istimewa)

KUPANG, BN — Dua korban pengeroyokan terhadap pekerja proyek Jalan Sabuk Merah milik PT Hepi Jaya Abadi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sebelumnya dirujuk ke Kupang karena mengalami luka serius, kini mulai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Belu.

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Rio Panggabean, membenarkan bahwa pemeriksaan terhadap kedua korban tengah berlangsung.

Read More

“Iya, sementara diambil keterangan sebagai saksi korban,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/10/2025).

Informasi yang diperoleh menyebutkan, anggota Satreskrim Polres Belu mengambil keterangan dari kedua korban yang sedang dirawat di Kupang untuk melengkapi proses penyidikan kasus pengeroyokan yang terjadi pada Minggu (28/9/2025) dini hari di Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur.

Salah satu korban, Jhoni Robert da Cunha, saat dihubungi media ini, juga membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

“Iya, sudah dihubungi. Nanti jam 8 malam kami akan diambil keterangan oleh penyidik dari Polres Belu,” katanya, Sabtu (4/10/2025) petang.

Kasus ini bermula dari perselisihan di lokasi proyek yang berujung pengeroyokan terhadap enam pekerja. Dua korban mengalami luka berat dan dirujuk ke Kupang untuk penanganan medis lanjutan, sementara empat lainnya mendapat perawatan di Belu.

Pihak kepolisian telah menetapkan sembilan orang berinisial YNM, AAS, DDM, YDP, YFM, JLM, AL, HMK, dan AMT sebagai tersangka. Seluruhnya telah ditahan oleh Polres Belu.

Sebelumnya, AKP Rio menjelaskan, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengeroyokan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

“Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan dan para pelaku telah dilakukan penahanan,” ujarnya.

Kepala Seksi Humas Polres Belu, Iptu Agus Haryono, menambahkan bahwa kondisi dua korban yang dirujuk ke Kupang berangsur stabil dan masih dalam pengawasan medis.

“Ada dua korban yang dirujuk ke Kupang karena luka yang cukup serius, dan saat ini penyidik juga sudah mengambil keterangan dari mereka,” katanya. (*/BN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *