Gandeng YSKI, Bhayangkari Sat Brimobda NTT Gelar Sosialisasi Kanker dan Tumor

  • Whatsapp
Bhayangkari dan anggota Sat Brimoda NTT berfoto bersama dengan Penyuluh YSKI usai kegiatan sosialisasi kanker dan tumor. (Foto: istimewa)

KUPANG, berandanusantara.com – Bhayangkari Satuan Brimobda Nusa Tenggara Timur (NTT) ) melakukan sosialisasi kanker dan tumor, Jumat (23/9/2022). Sosialisasi ini menggandeng Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI).

Sosialisasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyongsong Hari Kesatuan Gerak ke-70 Bhayangkari, yang akan jatuh pada tanggal 19 Oktober mendatang.

Read More

banner 728x250

Puluhan anggota Sat Brimobda bersama anggota PC Bhayangkari Sat Brimobda NTT hadir mengikuti sosialisasi tersebut. Materi yang disampaikan meliputi gejala hingga penanganan kanker dan tumor.

Ketua PC Bhayangkari Sat Brimobda NTT Ririn Ukoli menjelaskan, kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai edukasi untuk menambah pengetahuan bagi para anggota Brimob dan Bhayangkari tentang gejala-gejala penyakit kanker dan tumor.

“Lewat sosialisasi ini, kami para Ibu Bhayangkari dan anggota Brimbobda NTT bisa menjaga kesehatan pribadi, sehingga bisa meminimalisir terjadinya kanker dan tumor,” jelas Ririn.

Penyuluh YSKI Riska Gusmi Aulya, A.Md Keb., mengungkapkan, persoalan kanker dam tumor itu hanya bisa dicegah dengan pola makan. Makanan yang sebaiknya berserat tinggi seperti sayur dan buah, serta menghindari makanan yang berlemak tinggi.

“Jangan juga mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, serta olahraga secara teratur minimal 10 menit sehari,” jelasnya.

Selain itu menurut Riska, cara lain untuk biaa mencegah terjadinya kanker dan tumor ialah dengan melakukan suntikan imunisasi kekebalan tubuh di Rumah Sakit terdekat, serta menggunakan tanaman-tanaman herbal yang ada di lingkungan sekitar.

Riska juga menjelaskan, pemicu terjadinya kanker pada seseorang biasanya karena faktor genetika atau keturunan, faktor kimia dan fisika, makan makanan yang mengandung bahan kimia, maupun cara pengolahan makanan.

“Misalnya masak nasi menggunakan magic com yang hidup selama 24 jam, hingga warna nasi berubah jadi agak kuning. Selain itu penggunaan minyak goreng selama 3 kali pemanasan,” bebernya.

Riska melanjutkan, di lingkungan sekitar terdapat banyak sekali tanaman yang mengandung zat anti kanker seperti bawang putih, wortel, buah beat, serta daun kelor. Namun, ada 3 tanaman yang paling tinggi zat anti kanker dan sudah ada penelitiannya.

“Ada tanaman yang namanya benalu teh, yakni benalu yang hidup di pohon teh. Kemudian ada Keladi Tikus dan Temu Putih. Dari ketiga jenis tanaman ini, Temu Putih itu yang paling tinggi zat anti kankernya yakni 95 persen,” jelas Riska.

Di akhir kegiatan, Riska mewakili YSKI menyerahkan anakan Temu Putih kepada Ketua Bhayangkari Sat Brimobda NTT Ririn Ukoli, dengan harapan tanaman tersebut dapat dibudidayakan karena memiliki kandungan zat anti kanker yang sangat tinggi. (*/BN)

Related posts