Pria Ini Babak Belur Dianiaya Kepala Puskesmas Nunkolo

Kondisi Markus Misa pasca dianiaya Kepala Puskesmas Nunkolo dan Staf. (Ist)

Kondisi Markus Missa pasca dianiaya Kepala Puskesmas Nunkolo dan Staf. (Ist)

KUPANG, berandanusantara.com – Markus Missa, warga Desa Saenam, kecamatan Nunkolo, kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) babak belur dianiaya Kepala Puskemas Nunkolo, Alfian Kasse.

Mirisnya, Marthen dianiaya saat mengantar istrinya, Antonia Nomlene, periksa kehamilan.

“Awalnya, tanggal 25 Juni saya antar istri (Antonia) periksa kehamilan ke Puskesmas, sekitar jam 11.00 Wita. Tetapi petugas katakan bahwa tidak bisa lagi karena sudah siang dan loket sudah tutup, kemudian saya bersama istri pulang,” kata Markus, Selasa (10/7/2018).

Lebih lanjut Markus menjelaskan, setelah pilkada serentak, tepatnya tanggal 29 Juni, dia dan istrinya kembali menempuh jarak 30-an kilometer untuk memeriksa kandungan yang saat itu berusia lima bulan. Namun, niatnya memeriksa istrinya rupanya nasib apes yang didapat.

“Kami tiba sekitar jam sembilan. Saat itu petugas di loket mengatakan loket sudah tutup, saya minta tolong untuk istri saya dilayani karena kami sudah 2 kali datang, apalagi jarak kami dari desa yang sangat jauh, tetapi petugas tetap tidak mau,” ungkap Markus.

Karena tutup, Markus menghimbau kepada petugas loket bahwa apabila pelayanan sudah ditutup maka sebaiknya pintu Puskesmas juga ditutup. Markus pun kemudian menutup pintu dan mengajak istrinya pulang. Namun baru beberapa langkah, petugas tersebut memanggil Markus.

“Om mari dulu, saya punya bapa tua (kepala puskesmas) ada panggil,” ujar Markus menirukan ucapan petugas loket.

Mendengar ada panggilan, Markus merasa lega. Dalam hatinya, dia berpikir bahwa panggilan itu untuk istrinya bisa dilayani. Markus pun bergegas menemui kepala puskesmas.

Tiba di ruangan Kepala Puskesmas, Markus kaget karena dirinya langsung dimarahi. Menurut Markus, Kepala Puskesmas menganggap dirinya tidak sopan lantaran tidak melepas alas kaki yang dikenakannya.

“Biadab, kurang ajar, binatang, kau tidak sopan,” ujar Markus menirukan umpatan Kepala Puskesmas.

Mendengar amukan sang Kepala Puskesmas, Markus pun dengan rendah hati meminta maaf seraya membungkuk dan langsung membuka sepatunya. Sepatu itu pun langsung dilempar.

Meski demikian, tindakan membuang sepatu keluar pun tetap dianggap salah. Seorang Perawat pun datang dan langsung memarahi Markus karena dianggap tidak sopan karena membuang sepatu keluar. Padahal menurut Markus, sepatu yang dibuangnya dilempar ke halaman.

Sontak, aksi brutal sang Kepala Puskesmas pun terjadi. “Kepala Puskesmas kemudian bangun dan langsung pukul saya pas di pelipis, kemudian dia hajar trus sampai saya tidak berdaya. Stafnya juga datang dan semua ambil bagian sampai saya mandi darah,” jelas Markus.

Beruntung, jelas Markus, ada seorang anggota pospol yang datang dan mengamankan. Markus kemudian dibawa anggota Polisi itu ke pospol dan selanjutnya dibawa ke Polsek Oinlasi.

“Saya sudah visum dan diambil BAP, tapi sampe hari ini pelaku belum ditangkap, bahkan menurut pak Kapolsek hasil Visum belum ada”, tandasnya.

Seorang kerabat Markus, Zet Missa, mengatakan, pihaknya kecewa karena hingga saat ini kasus tersebut seakan diabaikan.

“Pelakunya sudah jelas tapi kenapa tidak ditahan. Kami tidak tahu jalur mana yang harus kami tempuh, kami mohon pihak penegak hukum bertindak tegas dan adil,” pungkas Zet Missa.

Dia berharap, proses hukum dapat berjalan dengan baik agar menimbulkan efek jera sehingga tidak akan terjadi lagi hal serupa di kemudian hari.

“Orang seperti ini tidak layak jadi pelayan masyarakat. Pak Polisi, Kami mohon usut sampai tuntas masalah ini”, pinta Zet tegas

Kapolsek Oinlasi, Iptu Ibrahim Tupong membenarkan telah ada laporan terkait peristiwa tersebut. Menurut dia, pihaknya sedang melakukan proses penyidikan.

“Sudah pak, kami sudah tindak lanjut dengan proses pemeriksaan para saksi,” unkap Kapolsek melalui pesang singkat.

Sementara hingga berita ini diturunkan, Kepala Pusksesmas Nunkolo belum berhasil dikonfirmasi. (AM/MB/Tim)

Show Buttons
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Pinterest
Hide Buttons